Ini adalah tentang seni tingkat tinggi kawan, seni tentang menghormati kebersalahan di negeri yang kegagalan dan kesalahan di anggap sebagai sesuatu yang buruk. Disini kita harus berjuang melawan mainstream umum kawan, lebih dari itu mungkin juga menahan rasa malu terhadap lingkungan sekitar yang dahulu pernah menaruh hormat kepada kita karena melihat kesuksesan kita. Menahan rasa bersalah sekaligus malu adalah emosi yang berat untuk diungkapkan. Memang manusia itu aneh kawan, ketika kita senang meraka akan banyak mendekat, dan jikaberada dalam kesulitan lebih nyaman menjauh.
Tapi disinillah seninya, seni menjadi menghormati kebersalahan.
Selama beberapa bulan atau tahun setelah periode kehancuran dan kegagalan kita, maka akan terjadi periode staganasi dimana kita akan merasa berada di ujung dunia yang gelap. Sepi sendiri mengahadapi masalah berat tak bertepi. Tarikan-tarikan sesat akan mulai menggelayuti pemikiran kita, bahkan adakalanya kita menyalahkan Tuhan, membuat berbagai alasan untuk membenarkan kegagalan kita, atau bahkan yang sangat jauh akan terpikir untuk melakukan kegiatan criminal agar menyelamatkan diri kita dari kehancuran.
Tapi percayalah kawan, pemikiran yang jauh seperti itu tidak akan menyelesaikan permasalahan. Yang Anda butuhkan pada saat ini hanyalah waktu untuk beradaptasi menghormati kegagalan. Hormatilah kegagalan itu dan terimalah apa adanya, lapangkanlah dada anda seraya mengatakan “ saya memang gagal, tapi saya akan bangkit”. Hormat terhadap kegagalan juga berarti anda menerima 100% konsekuensi dari kegagalan tersebut, sebagaimana anda menghormati kesuksesan.
Tahukah kawan, tak ada seorangpun di dunia ini yang tidak pernah tidak gagal. Tapi yang membedakan adalah bahwa orang-orang besar akan menghormati kegagalan mereka dan segera bangkit setelah periode itu. Nah kecepatan kita untuk beradaptasi terhadap kegagalan serta menghormatinya, akan menentukan seberapa cepat anda bangkit, sebab hal ini akan sangat mendukung proses recovery mental anda yang sedang sakit.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
setiap orang akan di uji sebatas kemampuanya.
BalasHapusbroter, meskipun kegagalan telah menjatuhkan kita kita tidak boleh pasrah begitu saja. adakalanya kehancuran atau kegagalan adalah cara tuhan untuk kita berbuat lebih baik. dan mungkin tuhan ingin kita menjadi lebih besar dari yang sebelumnya.
bro, teman bisnis sejati kita adalah keinginan kita untuk bangkit, rasa yakin kita dan kemampuan diri adalah modal utama.
salam sukses
yogi trader