KAWAN, ini adalah cerita tentang waktu yang abstrak. Rencana adalah ideal-ideal kita tentang sesuatu, sedangkan momentum adalah tepat tentang rencana itu menghasilkan megakarya kita yang sesungguhnya.
Tentang megakarya, setiap kita pernah melakukannya dengan kadarnya masing-masing. Manajemen biasa mengatakan ini dengan tahapan kesuksesan, saya menyebutnya dengan kesuksesan kecil sebelum megakarya. Prestasi-prestasi kita adalah karya-karya kita, sedangkan kumulasi dari prestasi kita adalah megakarya yang harus kita perjuangkan.
Kawan, pertemuan antara rencana dan momentum akan menghasilkan megakarya.
Oleh karena itu bagaimana kita mempertemukan keduanya adalah gabungan 2 hal yaitu kita sebagai manusia pembuat rencana dan Tuhan sebagai penentu momentum. Orang-orang besar di dunia ini tidaklah serta merta menjadi orang besar,tapi melewati berbagai proses aral dan ujian. Soekarno mengalami getirnya beberapa penjara dan pengasingan sebelum kemudian dikenal sebagai proklamator. Sayyid Qutb mengalami siksaan dan tiang gantungan sebelum namanya harum di seantero dunia ini. Muhammad Yunus harus memberikan pinjaman senilai 10 dolar kepada ibu miskin di banglasdes selama 25 tahun sebelum dunia mengenalnya sebagai pencipta bank bagi rakyat miskin/Graamen Bank yang kemudian menjadi model hampir diseluruh Negara dunia ketiga.
Kawan, Inilah hebatnya. sebelum bertemu momentum, Tuhan memerintahkan kita mengikuti prosesnya, merasakan pahitnya agar terasa manis akhirnya. Jadi tugas kita sebetulnya sederhana sekali. Lewati saja prosesnya, jalani saja gagasan dan mimpi besar Anda, terus lakukan perbaikan dan Tuhan akan menentukan momentumnya. Dan momentum itu diberikan ketika kita siap menerimanya. Setelah semua infrastruktur pribadi kita siap. Analoginya sederhana, orang tua kita tidak mengizinkan kita menikah sebelum mereka menganggap kita sanggup untuk memikul tanggungjawabb. Bukankah Tuhan tidak pernah tidur melihat kerja kita. So, selamat menikmati proses.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar